Memberi lebih 'mulia' daripada meminta.

Yakin kau tidak mau bersyukur?

Terkadang Ku bergurau dengan diriku sendiri. Merasa diri paling merana di dunia. Merasa diri paling tidak beruntung di dunia. Merasa di level paling rendah dalam pengakuan. Sampai suatu ketika aku sadar bahwa prasangka-prasangka negatif itu tidak memiliki keakuratannya. Penilaian subjektif yang tidak selamanya benar karena konon kebenaran hanya milik Sang Pencipta.
Manusia mempunyai ego, keinginan, pola pikir, sudut pandang, dan hati. Semuanya akan dipengaruhi  oleh pengalaman hidup, pengalaman-pengalaman yang membekas menjadikan bahan perenungan mendalam. Semuanya tidak cukup hanya mengandalkan usia, tanpa sebuah perenungan semua tidak akan berarti. Perenungan tanpa pengalaman tidak akan mencapai titik maksimalnya.
Aku bergurau dengan diriku, aku bergurau dengan kehidupanku. Seorang ibu membawa anak di usia sekolah tertidur diatas sebuah losbak, kejadian yang terjadi dikala matahari belum muncul. Dikala orang-orang masih sibuk memakai selimut hangatnya, ia rela mengorbankan jatah jam tidurnya demi mengais rezeki.
Pantaskah kau mengeluh? Pantaskah kau berputus asa? Pantaskah kau tidak bersyukur?
Selamat datang kenyataan, semoga aku bisa terus bekerja keras dan terus bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © wawansirait. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design